Tag: blog bmw

BMW 320i Dynamic 2021. Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Di penghujung tahun 2021, BMW Indonesia menghadirkan trim terbaru untuk BMW seri 3. Ada detail apa saja di trim ini? Simak ulasan kami.

Ketika BMW seri 3 G20 dirilis di Indonesia pada 2019 silam, mobil ini berhasil menjadi penyegar bagi pasar sedan di Indonesia. Desainnya yang agresif dan megah di saat yang bersamaan membuat sedan-sedan kompetitor terlihat seperti “mobil biasa.” Hadir dengan dua trim, 320i Sport sebagai entry-level dan 330i M Sport sebagai higher-level, artinya BMW seri 3 memiliki dua opsi bagi penyuka seda sporty.

Hampir tiga tahun mengaspal di Indonesia, BMW seri 3 sudah mengalami sejumlah perubahan dan peningkatan untuk mengukuhkan eksistensinya di pasar otomotif mobil premium nasional. Di awal tahun 2021, BMW Indonesia memberi sentuhan untuk BMW 330i M Sport dengan menyematkan velg baru berukuran 19 inci, audio Harman Kardon, dan bagasi otomatis.

Hingga kemudian di penghujung 2021, BMW Indonesia membuat sebuah perubahan di varian entry-level dengan mengganti varian BMW 320i dari trim Sport menjadi trim Dynamic dengan harga yang lebih terjangkau.

Dari tampak depan, tampilan BMW 320i Dynamic ini sekilas tampak tidak berbeda dengan BMW 320i Sport. Namun jika diperhatikan lebih lanjut, lampu depan trim Dynamic yang menggunakan BMW LED Headlights ini memiliki DRL yang berbeda jika dibandingkan dengan BMW Laserlight pada BMW 320i Sport. Sedangkan sisanya masih sama, yaitu bumper Sport dan gril depan dengan Active Air Stream.

Dari samping, seperti foto di atas, perubahan yang terlihat adalah keberadaan velg 17 inci yang menggantikan velg 18 inci pada trim Sport. Ya, secara diameter ukurannya memang turun 1 inci, tapi sisi positifnya, ban diberikan jadi lebih tebal secara signifikan sehingga bantingan akan terasa lebih empuk dibandingkan ukuran 18 inci. Sedangkan tampilan samping bodi secara keseluruhan tidak ada perbedaan dengan trim Sport.

Pada bagian belakang, Anda tidak akan menemukan perbedaan sedikitpun dari segi tampilan. Bahkan jumlah sensornya pun masih sama. Satu-satunya perbedaan terdapat pada fungsi bagasi yang kini sudah dilengkapi dengan fitur automatic power tailgate dengan contactless opening and closing.

Dari sisi interior, BMW 320i Dynamic memiliki tampilan yang tidak ada ubahnya dengan trim Sport. Fitur-fitur canggih yang terdapat pada BMW modern seperti auto-parking assistant, reversing assistant, dan Apple CarPlay tetap hadir di sini.

Dibanderol dengan harga Rp 899.000.000 OTR Jakarta, BMW 320i Dynamic bisa Anda dapatkan melalui dealer-dealer BMW Astra atau hubungi kami melalui WhatsApp dengan mengunjungi https://bit.ly/wa-bmwastra

BMW Yang Cocok Untuk Investasi

Masyarakat Indonesia saat ini ramai membicarakan investasi, baik di properti, emas, hingga saham. Sedikit sekali topik tentang mobil untuk investasi, karena memang kebanyakan mobil justru mengalami penyusutan nilai setiap tahunnya. Padahal, kalau diselami lebih dalam, mobil jenis tertentu justru bisa mengalami kenaikan nilai.

Tidak terkecuali mobil buatan BMW. Sebagai produsen mobil yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, tentunya BMW memiliki banyak sekali model yang telah diproduksi. Dan model tertentu, seiring berjalannya waktu, justru mengalami kenaikan nilai.

Hal ini bisa terjadi karena adanya demand yang tinggi dari para kolektor mobil, padahal supply dari mobil tersebut sangat terbatas (limited edition), bahkan ada yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan. Fakta ini membuat para kolektor rela membayar harga lebih mahal demi mendapatkan mobil impiannya, ditambah dengan pemilik mobil langka yang juga menyadari bahwa mobilnya kini menjadi incaran, terjadilah efek snowball yang menaikkan harga mobil langka.

Di Indonesia sendiri, kolektor BMW berjumlah cukup banyak. Membuat model BMW tertentu justru mengalami peningkatan nilai yang gila-gilaan. Dan kali ini mimin mau ulas jenis BMW di Indonesia yang harganya cenderung bertahan, bahkan naik.

Boleh disimak.

  1. BMW Model Klasik.

Sudah bukan rahasia umum bahwa BMW model klasik seperti BMW 2002, E21, E25, hingga ke generasi di era 90-an seperti E30 saat ini menjadi incaran para kolektor. Model klasik adalah contoh dari demand yang tinggi dengan supply yang tidak akan pernah bertambah lagi, karena modelnya sendiri sudah tidak diproduksi. Sebagian kolektor tertarik karena sejarah dari mobil-mobil ini, sebagian yang lain menemukan daya tarik tersendiri ketika ingin tampil beda di jalanan. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa BMW klasik sangat cocok dijadikan investasi.

  1. Model Coupe.

Identik dengan mobil sport, mobil coupe memang punya pesona tersendiri di jalanan Indonesia. Model ini tidak hanya menarik untuk pria, tapi juga wanita. Memiliki kesan sebagai mobil yang egois dan cocok untuk mereka yang tahu keinginannya. Tidak heran, seluruh lineup BMW Coupe memiliki nilai yang cenderung tahan lama. Coba cek pasaran mobil bekas BMW 4-series. Harganya jauh lebih stabil ketimbang 3-series, 5-series, dan 7-series. Untuk BMW generasi lama, model Coupe malah naik lho harganya dan terkadang terasa tidak masuk akal jika dibandingkan dengan model sedannya seperti E92, E46 Coupe, dan E30 Coupe yang harganya bisa di atas 300 jutaan untuk mobil berusia lebih dari 20 tahun. So, memiliki BMW Coupe bisa menjadi investasi di kemudian hari.

  1. Model Cabriolet 

Mobil dengan atap terbuka memang unik. Memberikan kesan lapang dan bebas, walaupun aturan di Indonesia masih mengharuskan pengemudi untuk memakai helm ketika berkendara dengan posisi atap terbuka. Mobil cabriolet bahkan cenderung dihargai lebih mahal ketimbang coupe, mungkin karena basisnya kedua jenis mobil ini dibangun untuk memenuhi emosional si pemilik, tapi cabriolet memberikan kebebasan lebih untuk juga berekspresi.

  1. Model Touring.

Barunya tidak diminati, bekasnya dicari. Itu adalah fakta nasib dari BMW bermodel Touring (sebagian menyebutnya wagon atau estate) yang selalu terjadi di Indonesia. Berbentuk mobil keluarga, tapi bodinya ceper dan harganya lebih mahal dari sedan, sangat tidak memenuhi standar mobil keluarga di Indonesia kan? Tapi bertahun-tahun kemudian, model yang tidak banyak peredarannya ini tiba-tiba mempesona kalangan kolektor karena bentuknya tidak lazim. Body streamline seperti sedan, tapi muat banyak seperti MPV, sepertinya cocok untuk nongkrong, begitulah pikir para kolektor. Apalagi salah satu youtuber Indonesia ikut mempopulerkan mobil jenis ini, semakin tergoreng lah harganya, apalagi untuk model klasiknya seperti 3-series E30 dan 5-series E34 touring.

  1. M Series. 

Seperti model Coupe, varian mobil sport juga selalu menjadi primadona di jalanan Indonesia, termasuk BMW M series. Sering diulas di youtube, masuk majalah, hingga menjadi poster, BMW M series merupakan impian bagi para petrolhead di seluruh dunia. Hal ini membuat harga BMW M series sangat kuat di pasar mobil bekas di Indonesia. Oke, untuk model baru seperti M4 F82 dan M3 F80 harganya masih jatuh. Namun untuk model yang lebih tua seperti M3 E46 yang masuk game Need for Speed dan M5 E60 dengan raungan V10-nya bak mesin F1, sekarang dihargai gila-gilaan. Ya, BMW M series, terutama model-model tua, cocok dijadikan investasi.

  1. Individual trim.

Tidak seperti di Jerman, BMW di Indonesia tidak memiliki opsi untuk konfigurasi spesifikasi dari trim model yang dijual. Hal ini membuat mayoritas mobil BMW di Indonesia dijual layaknya mobil dari negara Asia: spesifikasi sudah ditentukan oleh APM (BMW Indonesia) dan dibedakan berdasarkan trim. Namun bukan berarti BMW Indonesia menutup pintu custom order. Para pelanggan tetap dapat memesan BMW sesuai dengan spesifikasi yang mereka inginkan dengan waktu inden enam hingga delapan bulan, dan dikenakan harga khusus. Mobil yang dipesan melalui cara ini akan tampil berbeda dengan model yang dijual massal. Contohnya adalah BMW 340i F30, BMW M760Li, M8 Competition, atau seri manapun yang ingin diberi sentuhan personal. Mobil-mobil ini dilengkapi dengan kelengkapan yang spesifik  dengan sentuhan BMW Individual. Dengan spesifikasi yang unik, mobil-mobil ini akan menjadi investasi yang menarik untuk 10 hingga 15 tahun mendatang.

  1. Part Number Retrofit.

Di kalangan modifikator, istilah “part number” ditujukan untuk komponen modifikasi resmi buatan pabrik mobilnya. Mobil dengan komponen part number cenderung dihargai lebih mahal,  karena harganya yang lebih tinggi dengan kualitas finishing yang baik dan kepresisian tinggi ketika dipasangkan pada mobil. Bagi pengguna BMW yang tangannya “gatel” melihat mobil dalam bentuk standarnya, ada opsi retrofit ke M Performance kit yang sudah pasti part number. Untuk lima hingga tujuh tahun awal, harga mobil standarnya akan turun nilainya (mengikuti berkurangnya jatah waktu Warranty dan Service Inclusive. Tapi tidak untuk kit part number nya. Di usia lebih dari 10 dan 15 tahun, komponen part number yang tertempel justru dapat menaikkan harga mobilnya itu sendiri. Contoh saja BMW E30 sedan atau E36 sedan dengan M Tech part number yang bisa dihargai lebih dari 100 jutaan.

Nah, kira-kira itulah daftar jenis BMW yang cocok untuk dijadikan investasi. Bagaimana menurut teman-teman, adalagi kah jenis BMW yang cocok untuk dijadikan investasi?