Tentu, ini dia artikel tentang evolusi setir BMW dengan gaya bahasa yang santai dan asyik buat dibaca.

Dari Kayu Sampai Layar Sentuh: Cerita Evolusi Setir BMW yang Ikonik

Kalau kita ngomongin BMW, apa sih yang pertama kali muncul di kepala? Mungkin desain kidney grille-nya yang khas, performa mesinnya yang gahar, atau slogan legendarisnya, “Sheer Driving Pleasure”. Tapi, ada satu bagian yang sering kita sentuh, kita genggam, dan jadi pusat komando kita saat berkendara, tapi mungkin jarang kita perhatikan ceritanya: setir.

Setir BMW itu bukan sekadar alat buat belok, lho. Benda ini adalah saksi bisu evolusi teknologi dan filosofi desain BMW dari masa ke masa. Yuk, kita telusuri bareng-bareng gimana ceritanya setir BMW berubah dari lingkaran simpel jadi command center canggih!

Awal Mula: Elegan dan Fungsional (1930-an – 1960-an)

Bayangin era mobil klasik. Di masa-masa awal, seperti pada BMW 328 yang legendaris, setir itu bentuknya simpel banget. Lingkarannya gede, tipis, sering kali dibuat dari bahan bakelit atau kayu yang dipernis mengkilap, dengan palang logam yang ramping. Tujuannya cuma satu: membelokkan roda. Nggak ada tombol, nggak ada airbag. Murni, fungsional, dan elegan. Megangnya aja udah berasa kayak gentleman di film-film lawas.

Era Sporty Dimulai: Palang Tiga yang Jadi Andalan (1970-an)

Nah, di era ini DNA sporty BMW mulai nonjol. Model-model ikonik seperti BMW 2002 memperkenalkan desain setir yang lebih fokus ke pengemudi. Lingkarannya mulai sedikit lebih tebal dan kecil untuk genggaman yang lebih mantap. Desain palang tiga (three-spoke) mulai populer dan jadi ciri khas setir BMW yang berorientasi performa. Masih minim tombol, tapi feel-nya udah beda banget, lebih ngajak ngebut!

Revolusi Airbag dan Tombol Pertama (1980-an – 1990-an)

Era 80-an dan 90-an adalah titik balik besar. Regulasi keselamatan mengharuskan adanya kantung udara atau airbag. Ini bikin desain setir berubah total. Bagian tengahnya jadi “gembul” dan besar untuk menyimpan modul airbag.

Di sinilah lahir beberapa setir paling ikonik, contohnya setir M-Tech 1 dan M-Tech 2 di BMW E30. Meskipun bagian tengahnya tebal, desainnya tetap sporty dengan jahitan tiga warna khas ///M. Di akhir 90-an, pada model seperti BMW E39 dan E46, tombol-tombol pertama mulai muncul. Awalnya cuma buat ngatur volume audio atau cruise control. Dari sini, setir nggak cuma buat belok, tapi juga jadi remote control.

Milenium Baru dan Era iDrive (2000-an)

Masuk tahun 2000-an, BMW meluncurkan sistem iDrive yang revolusioner. Interior mobil jadi lebih bersih dari tombol karena semua fungsi terpusat di satu kenop dan layar. Tapi, ini justru bikin peran setir makin penting. Tombol-tombol di setir jadi makin banyak untuk mengakses berbagai menu tanpa harus lepas tangan. Desainnya pun jadi lebih modern dan terintegrasi dengan dasbor yang futuristis pada masanya, seperti yang kita lihat di BMW E60.

Masa Kini: Pusat Komando Digital (2010-an – Sekarang)

Selamat datang di era digital! Setir BMW modern adalah puncak dari evolusi ini. Lihat saja setir M Sport di seri G (seperti G20 3-Series atau G30 5-Series). Bahannya kulit premium, genggamannya tebal dan ergonomis, ada paddle shifter buat ganti gigi, dan tombolnya seabrek!

Tombol-tombol ini bukan cuma buat audio, tapi juga buat ngatur instrument cluster digital, adaptive cruise control yang bisa ngerem dan ngegas sendiri, sampai lane keeping assist. Beberapa model bahkan punya fitur pemanas setir. Desain flat-bottom (bagian bawah rata) juga sering jadi pilihan untuk menambah kesan sporty.

Masa Depan: Unik dan Kontroversial

BMW nggak berhenti berinovasi. Lihat saja setir BMW iX yang bentuknya heksagonal atau “kotak”. Desain ini sempat jadi perbincangan. Ada yang suka karena futuristis, ada yang bilang aneh. Tapi menurut BMW, bentuk ini punya tujuan: memudahkan pengemudi melihat panel instrumen dan lebih ergonomis saat bermanuver. Ke depannya, bisa jadi setir bakal punya panel sentuh atau bahkan layar terintegrasi.


More Blog Entries

BMW xDrive vs sDrive: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Ketika memilih kendaraan BMW, Anda mungkin pernah menemukan istilah sDrive dan xDrive pada nama model seperti BMW X1 sDrive18i, BMW X3 sDrive20i, atau BMW X3 xDrive30i. Meskipun terlihat seperti bagian dari nama kendaraan, kedua istilah tersebut sebenarnya menunjukkan perbedaan sistem penggerak yang memengaruhi karakter berkendara. BMW dikenal dengan filosofi Sheer Driving Pleasure, yang mengutamakan keseimbangan antara […] Read More

by Fernanda Suryana

Mengenal Driving Mode BMW: Perbedaan ECO PRO, Comfort, dan Sport

BMW dikenal melalui filosofi Sheer Driving Pleasure, sebuah pengalaman berkendara yang mengutamakan kenyamanan, presisi, dan kesenangan di balik kemudi. Salah satu teknologi yang mendukung pengalaman tersebut adalah BMW Driving Experience Control, yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi jalan dan gaya berkendara. Melalui pilihan mode seperti ECO PRO, Comfort, dan Sport, BMW dapat menghadirkan pengalaman yang […] Read More

by Fernanda Suryana

Special Cashback Trade-in: Upgrade ke BMW Kini Lebih Menguntungkan

Memiliki BMW impian kini semakin mudah melalui program Special Cashback Trade-in dari BMW Astra. Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk melakukan tukar tambah kendaraan lama dari berbagai merek dan upgrade ke BMW pilihan dengan benefit cashback menarik. Melalui program ini, pelanggan dapat menukar mobil lama dari merek apa pun dan menikmati pengalaman berkendara premium bersama BMW. […] Read More

by Fernanda Suryana