Jarak Tempuh Mobil Listrik: Kok Beda-beda Angkanya?

Kalau lagi ngincer mobil listrik, pasti salah satu hal yang dilihat adalah jarak tempuhnya. Nah, sering kan lihat angka yang beda-beda? Misalnya, ada yang bilang 400 km, ada yang 500 km, bahkan lebih. Kenapa ya bisa begitu? Ternyata, ada beberapa standar pengujian yang dipakai, dan masing-masing punya cara sendiri buat ngukur.

Kenapa Sih Ada Standar Pengujian?

Bayangin gini, kalau nggak ada standar, tiap pabrikan bisa ngasih angka “ngasal” dong. Biar adil dan biar konsumen bisa dapat gambaran yang bener, dibuatlah standar pengujian. Nah, ini beberapa standar yang umum dipakai:

  • WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure):
    • Ini standar yang paling umum dipakai di Eropa dan banyak negara lain. WLTP dianggap lebih realistis karena siklus pengujiannya lebih mirip kondisi berkendara sehari-hari.
    • Misalnya, WLTP memperhitungkan akselerasi yang lebih tinggi, kecepatan rata-rata yang lebih tinggi, dan variasi suhu.
    • Jadi, angka WLTP biasanya lebih mendekati jarak tempuh yang bakal kita dapat di jalanan.
  • NEDC (New European Driving Cycle):
    • Ini standar yang lebih lama, dan sekarang udah mulai digantikan sama WLTP.
    • NEDC siklus pengujiannya lebih “lembut”, jadi hasilnya seringkali lebih tinggi dari angka aslinya.
    • Makanya, banyak yang bilang angka NEDC itu terlalu optimis.
  • CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle):
    • Standar ini di gunakan di China. Standar ini memiliki metode test yang terbagi menjadi dua bagian.
    • Satu bagian untuk kendaraan penumpang, dan satu lagi untuk kendaraan komersial.

Jadi, Mana yang Harus Dipercaya?

  • Kalau nemu angka WLTP, itu yang paling bisa jadi patokan.
  • Ingat, jarak tempuh asli di jalanan bisa beda-beda, tergantung gaya nyetir, kondisi jalan, dan cuaca.

Intinya:

Standar pengujian dibuat biar ada acuan yang jelas. Tapi, jangan lupa, tetep aja ada faktor-faktor lain yang bisa pengaruhi jarak tempuh mobil listrik kita. Semoga artikel ini bisa bantu kamu lebih paham ya!


More Blog Entries

BMW xDrive vs sDrive: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Ketika memilih kendaraan BMW, Anda mungkin pernah menemukan istilah sDrive dan xDrive pada nama model seperti BMW X1 sDrive18i, BMW X3 sDrive20i, atau BMW X3 xDrive30i. Meskipun terlihat seperti bagian dari nama kendaraan, kedua istilah tersebut sebenarnya menunjukkan perbedaan sistem penggerak yang memengaruhi karakter berkendara. BMW dikenal dengan filosofi Sheer Driving Pleasure, yang mengutamakan keseimbangan antara […] Read More

by Fernanda Suryana

Mengenal Driving Mode BMW: Perbedaan ECO PRO, Comfort, dan Sport

BMW dikenal melalui filosofi Sheer Driving Pleasure, sebuah pengalaman berkendara yang mengutamakan kenyamanan, presisi, dan kesenangan di balik kemudi. Salah satu teknologi yang mendukung pengalaman tersebut adalah BMW Driving Experience Control, yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi jalan dan gaya berkendara. Melalui pilihan mode seperti ECO PRO, Comfort, dan Sport, BMW dapat menghadirkan pengalaman yang […] Read More

by Fernanda Suryana

Special Cashback Trade-in: Upgrade ke BMW Kini Lebih Menguntungkan

Memiliki BMW impian kini semakin mudah melalui program Special Cashback Trade-in dari BMW Astra. Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk melakukan tukar tambah kendaraan lama dari berbagai merek dan upgrade ke BMW pilihan dengan benefit cashback menarik. Melalui program ini, pelanggan dapat menukar mobil lama dari merek apa pun dan menikmati pengalaman berkendara premium bersama BMW. […] Read More

by Fernanda Suryana