BMW Paling Timeless Sepanjang Masa

Selama bertahun-tahun, BMW telah membangun reputasi sebagai salah satu produsen mobil paling kreatif dan bergengsi di industri ini, sementara juga mendapatkan merek yang sangat dapat dikoleksi di sepanjang jalan. Banyak dari model “The Ultimate Driving Machine” telah mencapai nilai yang jarang terlihat di dunia mobil koleksi. 

BMW E30 M3

Produksi: 1986-1991 
Unit Dibangun: 17.970 
Body Style: Coupe/convertible 
Horsepower: 200-238 
Kisaran Nilai Saat Ini: $25.000-$35.000 

BMW E30 M3 sangat dikagumi oleh pers dan publik ketika diperkenalkan pada tahun 1986. Meskipun besar dan kuat label harga, E30 M3 adalah sukses komersial dan dirayakan sebagai salah satu mobil jalan terbaik penanganan dan menyenangkan — pada dasarnya “mobil balap berlisensi untuk penggunaan jalan.” 

BMW 3.0 CS

Produksi: 1971-1975 
Unit Dibangun: 11.603 
Body Style: Coupe 
Horsepower: 180 
Kisaran Nilai Hari Ini: $30.000-$50.000 

Dipasarkan pada saat itu sebagai model top-of-the-line BMW, 3.0 CS disebut-sebut memiliki pemilik kaya dan terkenal, termasuk selebriti dan “bahkan sejumput bangsawan.” 

BMW 2002 Turbo

Produksi: 1973-1975 
Unit Dibangun: 1.672 
Body Style: Sedan 
Horsepower: 170 
Kisaran Nilai Hari Ini: $40.000-$50.000 

Turbo 2002, model turbocharged pertama BMW, memicu kontroversi dan antusiasme dalam industri otomotif. Meskipun menggunakan turbocharger Kuhnle, Kopp & Kausch dan mampu melaju dari nol hingga 60 mil per jam dalam 7,3 detik, ia juga memiliki masalah turbo lag dan kemampuan berkendara yang ekstrem. 

Mengingat bahwa itu tidak pernah disertifikasi untuk dijual di AS dan tidak dapat menarik perhatian konsumen, hanya sejumlah terbatas yang pernah diproduksi, menjadikan mereka yang masih ada saat ini sebagai “harta yang paling dijaga ketat oleh para penggemar BMW di seluruh dunia.” 

BMW M1

Produksi: 1978-1981 
Unit Dibangun: 456 
Gaya Tubuh: Coupe 
Horsepower: 277 
Kisaran Nilai Hari Ini: $125.000-$200,000 

Pertama kali dibuat pada tahun 1976, desain BMW M1 ditugaskan ke ItalDesign dengan Lamborghini untuk membangun mobil dan BMW untuk menyediakan mesinnya. Pada tahun 1978, Lamborghini masih belum memasok unit pra-produksi yang memaksa BMW untuk mentransfer manufaktur ke perusahaan Baur. M1 diselamatkan, dan dapat dipamerkan di Paris Motor Show pada Oktober 1978. Namun demikian, penjualannya lambat, dan pada tahun 1981 hanya 453 yang terjual kepada pelanggan. Meskipun mobil sport itu bukan penghasil uang yang hebat, mobil itu melakukan keajaiban bagi merek BMW pada saat itu. 


More Blog Entries

BMW dengan Teknologi AI yang Perlu Kamu Ketahui

Teknologi artificial intelligence atau AI kini menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan mobil modern. Bagi BMW, teknologi ini bukan hanya soal fitur digital yang terlihat canggih, tetapi juga tentang bagaimana mobil dapat memahami kebutuhan pengemudi, memberikan informasi yang lebih relevan, dan menciptakan pengalaman berkendara yang semakin personal. Melalui era BMW Neue Klasse, BMW menghadirkan […] Read More

by Fernanda Suryana

Sedan vs Touring vs SUV: Mana BMW yang Paling Cocok untuk Karakter Berkendara Anda?

Memilih BMW bukan hanya tentang memilih kendaraan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, memilih BMW adalah tentang menentukan bagaimana Anda ingin menikmati setiap perjalanan. Setiap model BMW dirancang dengan karakter yang berbeda, menyesuaikan gaya hidup, kebutuhan, dan cara berkendara penggunanya. Dalam lini kendaraan BMW, terdapat beberapa bentuk bodi yang memiliki […] Read More

by Fernanda Suryana

Mengenal BMW ‘Die Neue Klasse’: Awal Era Baru Mobilitas Premium dari BMW Group

Industri otomotif global sedang berada di ambang transformasi besar, dan BMW Group bersiap memimpin perubahan tersebut melalui babak baru yang dinamakan “Die Neue Klasse” (Era Baru). Lebih dari sekadar peluncuran lini kendaraan mutakhir, Die Neue Klasse merupakan sebuah redefinisi menyeluruh terhadap esensi dari brand BMW serta visi masa depan mobilitas individual yang cerdas, manusiawi, dan bertanggung jawab. Langkah revolusioner ini akan […] Read More

by Fernanda Suryana