
Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) adalah sistem pengawasan lalu lintas yang menggunakan teknologi elektronik untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas dan memberikan sanksi secara otomatis. Sistem ini memungkinkan petugas kepolisian untuk memantau lalu lintas secara lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Berikut adalah beberapa jenis tilang elektronik di dunia dan negara asalnya:
- Electronic Road Pricing (ERP) – Singapura ERP adalah sistem tol elektronik yang digunakan di Singapura. Sistem ini mengenakan biaya kepada pengendara mobil yang melewati jalan raya pada waktu-waktu sibuk. Biaya yang dibebankan bergantung pada waktu dan lokasi. Sistem ini memungkinkan pemerintah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengendalikan polusi udara.
- Automated Number Plate Recognition (ANPR) – Inggris ANPR adalah sistem deteksi pelanggaran lalu lintas yang digunakan di Inggris. Sistem ini menggunakan kamera untuk membaca nomor kendaraan dan memeriksa apakah kendaraan tersebut memiliki pajak yang cukup atau tidak. Jika kendaraan tidak memiliki pajak yang cukup, maka pemilik kendaraan akan diberi tilang.
- Red Light Camera – Amerika Serikat Red Light Camera adalah sistem deteksi pelanggaran lampu merah yang digunakan di Amerika Serikat. Sistem ini menggunakan kamera untuk merekam kendaraan yang melanggar lampu merah. Jika kendaraan tersebut terdeteksi melanggar lampu merah, maka pemilik kendaraan akan diberi tilang.
- Mobile Phone Detection Camera – Australia Mobile Phone Detection Camera adalah sistem deteksi pengemudi yang menggunakan ponsel saat mengemudi yang digunakan di Australia. Sistem ini menggunakan kamera untuk mendeteksi pengemudi yang menggunakan ponsel saat mengemudi. Jika pengemudi terdeteksi menggunakan ponsel saat mengemudi, maka akan diberi tilang.
- Speed Camera – Jerman Speed Camera adalah sistem deteksi kecepatan kendaraan yang digunakan di Jerman. Sistem ini menggunakan kamera untuk merekam kecepatan kendaraan yang melebihi batas kecepatan yang ditetapkan. Jika kendaraan terdeteksi melampaui batas kecepatan yang ditetapkan, maka pemilik kendaraan akan diberi tilang.
Kesimpulannya, tilang elektronik menjadi salah satu teknologi yang digunakan oleh banyak negara untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya.