Blogs

BMW di dunia Motorsport

Slogan apa yang terbesit di benak Anda ketika mendengar kata BMW?"The Ultimate Driving Machine", "JOY", "Sheer Driving Pleasure"?

 

Seluruh hal yang berkaitan dengan kenikmatan berkendara, sangat melekat pada brand BMW sejak lama. Berlangsung selama bertahun-tahun, hingga menyentuh usianya yang ke 100, BMW tidak pernah gagal membuat mobil yang sangat nikmat dikendarai.

Kemampuan BMW dalam membuat mobil tidak lepas dari pengalaman BMW di dunia balap. Beragam teknologi pada mobil balap kemudian disematkan ke mobil jalan raya yang diproduksi massal. Menghasilkan kendaraan yang tidak hanya sangat canggih secara teknis, tapi juga sangat agresif dan mudah dikemudikan.

Lantas, bagaimana kiprah BMW di kancah balap Dunia? Mimin ingin sedikit mengulasnya di sini.

Kembali di era 1930-an. BMW mengawali debutnya di dunia balap dengan BMW 328 bermesin 2 liter 6 silinder segaris bertenaga 80 PS. Mobil ini sukses membawa BMW menjadi juara di lebih dari 100 balapan, termasuk balap ketahanan paling bergengsi saat itu, Mille Miglia pada tahun 1938 dan 1940. Pada 1939, BMW 328 yang dikemudikan oleh A.F.P. Fane juga menjadi juara di kelasnya pada ajang ketahanan 24 jam Le Mans. BMW 328 menjadi mobil yang tidak terkalahkan di kelas mesin 2 liter.

Kesuksesan BMW di dunia motorsport terus berlanjut, hingga akhirnya BMW mendirikan BMW M GmbH di tahun 1970 sebagai divisi balap resmi BMW, yang kemudian berlanjut ke pengembangan BMW M1 dan BMW M3 E30 di era 1980-an. Menang di berbagai ajang balapan, BMW M3 E30 kemudian menjadi mobil balap tersukses yang pernah dikembangkan oleh BMW.

Partisipasi BMW di balap touring terus berlanjut dengan berbagai kesuksesan di ajang Supertouring seperti BTCC, French Supertouring Championship, Super Tourenwagen Cup, Italian Superturismo, Australian Super Touring Championship, DRM, DTM, European Touring Car Championship (ETCC), Japanese Touring Car Championship (JTCC), hingga menjadi juara konstruktor di SCCA Pro Racing World Challenge.

Tidak hanya Touring Car, BMW juga berpartisipasi di sejumlah ajang balap lain seperti Formula One (F1). BMW tidak hanya menjadi konstruktor, tapi juga menjadi penyuplai dapur pacu untuk sejumlah tim seperti Williams, Benetton, Brabham, and Arrows. Dan saat ini, BMW juga berpartisipasi di Formula E sebagai konstruktor dengan tim BMW i.

BMW bahkan memiliki ajang balapannya sendiri yang bernama Formula BMW. Diadakan di era 1990-an, ajang ini awalnya dibuat sebagai seri tambahan. Mobil yang digunakan merupakan open-wheel bermesin BMW K dari sepeda motor BMW. Namun seiring berjalannya waktu, Formula BMW berkembang dan menjadi salah satu ajang bergengsi bagi para pebalap muda yang ingin mengawali karirnya di dunia balap open-wheel. Formula BMW kemudian tidak hanya diadakan di Jerman, namun juga di tiga benua besar termasuk Asia Tenggara. Tercatat Ralf Schumacher dan Nico Rosberg pernah jadi peserta di Formula BMW.

Andil BMW di dunia balap ini menjadikan mereka sangat ahli dalam merancang mobil kencang. Puncaknya adalah ketika BMW yang bekerjasama dengan McLaren melakukan pengembangan supercar McLaren F1. Mesin V12 BMW S70/2 berhasil menjadikan McLaren F1 mobil terkencang di dunia pada tahun 1998 dengan kecepatan maksimal 386,4 km/jam.

More Blog Entries

Automated Driving: Sistem Masa Depan yang Aman dan Nyaman

Nicolai Martin bertanggung jawab atas area inovasi yang merangsang dan sangat kompleks di BMW...

BMW Art Car

Mobil selalu memiliki arti tersendiri bagi setiap orang. Mulai dari sekedar alat transportasi,...